Peningkatan Daya Listrik di Puskesmas

Baru-baru ini saya bertugas mendampingi kepala Instalasi Farmasi Kabupaten Pinrang dalam rangka distribusi obat ke seluruh Puskesmas di Kabupaten Pinrang. Saat distribusi kepala Instalasi Farmasi Kabupaten Pinrang selalu menyempatkan berdiskusi dengan kepala PKM mengenai bahan obat apa saja yang dirasa masih kurang. Walaupun saya mendampingi beliau sebagai "buruh" angkat obat, tentu saja tetap diizinkan ikut serta dalam diskusi sambil menikmati minuman ala kadarnya yang disiapkan teman-teman di PKM.
Saat diskusi tersebut beberapa PKM mengeluhkan mengenai kurangnya Handschoend steril yang diberikan oleh IFK Kabupaten Pinrang. Kepala IFK Pinrang pun menyanggupi untuk menambah porsi pemberian untuk setiap PKM. Sayapun ikut bertanya "Bukankah Dinas Kesehatan telah memberikan alat sterilisasi, kenapa tidak dimaksimalkan penggunaannya?". Sebenarnya tenaga kami di PKM sanggup sterilisasi alat-alat tersebut, tapi sayang daya listrik kami belum mampu untuk menjalankan alat tersebut. jawab kepala PKM.
Dari hasil diskusi tersebut ternyata muncul permasalahan :
  1. PKM ingin menaikkan daya listrik tetapi tetap menggunakan pasca bayar sementara PLN tidak mau jika menaikkan daya tanpa mengganti ke prabayar.
  2. PKM tidak berani mengganti ke prabayar, soalnya mereka takut tatkala proses pelayanan medis berlangsung tiba-tiba saldo listrik habis. Maka otomatis pelayanan terhenti. 
Saat kuliah dulu kami diopspek selama 3 hari dan diajarkan "Use Your Mind To Be The Best", walaupun saat ini tagline tersebut tidak berlaku di dunia kerja. Tapi melalui tulisan ini tidak ada salahnya saya menggunakan sedikit akal, untuk memberikan sedikit saran buat solusi permasalahan tersebut.
  1. Sebenarnya persoalan prabayar ataupun pasca bayar bukanlah masalah utama jika menaikkan daya. Yang perlu dilobi Dinas Kesehatan ke PLN adalah saat peningkatan daya tarif PLN PKM harus tetap dalam tarif sosial.
  2. Peningkatan daya listrik tersebut hanya untuk bangunan induk dan rung pelayanan PKM, tidak untuk perumahan karyawan.
  3. PKM bisa menghitung berapa Kwh yang digunakan tiap hari, bahkan kalau perlu dibuat protap agar petugas piket selalu mengontrol persediaan daya listrik saat piket.
  4. Jika saat pelayanan tiba-tiba saldo listrik habis dan kepala PKM tidak ada di Puskesmas, maka kepala PKM dapat menghubungi PPOB terdekat. Ataupun kalau tidak ada PPOB terdekat kepala PKM dapat menghubungi saya selaku pemilik PPOB Faiz Net untuk mengirimkan kode voucher agar pelayanan di PKM tidak terhenti. Insya Allah kami siap membantu yang penting jangan hutang terlalu lama, soalnya modal kami terbatas. he he he
  5. Sebulan setelah terpasangnya prabayar di PKM, tentunya PKM telah mampu menganalisa berapa seharusnya biaya listrik yang harus disiapkan perbulan untuk antisipasi habisnya stok listrik saat pelayanan.
Demikianlah sedikit solusi buat mengatasi rendahnya daya listrik di Puskesmas. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong Tinggalkan Kritik, Saran untuk perbaikan Blog Ini. Terima Kasih Atas Kunjungan Anda