Mengapa Ekstasi disebut Pil Cinta?


Stimulansia adalah obat-obat yang bekerja menkean susunan otak dan system saraf pusat. Obat ini sering digunakan untuk meningkatkan konsentrasi dan aktivitas mental fisik. Yang termasuk golongan ini adalah amfetamin dimana turunannya paling banyak disalahgunakan. Antara lain ekstasi dan sabu-sabu.

Bagi mahasiswa farmasi dan kedokteran telah diajarkan berbagai teori ilmiah mengenai mekanisme kerja obat ini. Namun untuk mengetahui efek kerja obat stimulansia sebenarnya sangat mudah. Cukup dengan membayangkan orang yang jatuh cinta, karena saya yakin semua orang pasti pernah mengalami jatuh cinta. Mungkin ini pula sebabnya mengapa ekstasi disebut pil cinta.
Mekanisme kerja obat ini :
1. Bila anda sedang jatuh cinta maka jantung anda pasti berdebar-debar jika ingin kencan dengan kekasih. Begitu pula obat ini, jika bekerja stimulansia menyebabkan jantung berdebar.
2. Bila sedang jatuh cinta maka anda akan sulit tidur karena senantiasa membayangkan sang kekasih. Begipula dengan stimulansia
3. Bila anda janjian dengan sang kekasih maka anda akan sering mondar-mandir menunggu kedatangannya karena tidak sabar ingin bertemu. Namun bila kekasih telat dating maka mata anda pasti membelalak karena marah kadang sampai keringat berlebihan yang menyebabkan bedak anda luntur. Wkwkwkwk.
Jadi kesimpulannya cara kerja stimulansia : jantung berdebar, sulit tidur, nafsu makan berkurang, hiperaktif, pupil mata melebar. Ini adalah cara sederhana memahami jika ada keluarga anda menjadi pengguna stimulansia (ekstasi dan sabu-sabu). Tetapi hati-hati juga memvonis, karena jangan sampai orang yang beneran jatuh cinta anda anggap sebagai pengguna ekstasi ataupun sabu-sabu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong Tinggalkan Kritik, Saran untuk perbaikan Blog Ini. Terima Kasih Atas Kunjungan Anda